Sabtu, 03 Januari 2015

Programmable Logic Controller (PLC)

Programmable Logic Controller (PLC) adalah suatu alat sejenis komputer yang digunakan untuk mengontrol peralatan di industri yang mana dulu nya digunakan untuk menggantikan fungsi relay. Seiring perkembangan zaman maka PLC bukan hanya fungsi nya menggantikan fungsi relay tetapi ruang controlnya sudah mencakup aspek yang lebih luas. Berdasarkan kutipan dari wikipedia, PLC adalah suatu mikroprosesor yang digunakan untuk otomasi proses industri seperti pengawasan dan pengontrolan mesin di jalur perakitan suatu pabrik. PLC memiliki perangkat masukan dan keluaran yang digunakan untuk berhubungan dengan perangkat luar seperti sensor relai, contactor dll. Bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengoperasikan PLC berbeda dengan bahasa pemrograman biasa.  

Sejarah, PLC pertama kali diperkenalkan pada tahum 1960-an. Alasan utama  perncangan PLC adalah untuk menghilangkan beban ongkos perawatan dan penggantian sistem kontrol mesin berbasis relay. Bedford Associate (Bedford, MA) mengajukan usulan yang diberi nama MODICON (Modular Digital Controller) untuk perusahaan-perusahaan mobil di amerika. Sedangkan perusahaan lain mengajukan sistem berbasis komputer (PDP-8). MODICON 084 merupakan PLC pertama di dunia yang digunakan pada produk komersil.

Pada saat sekarang ini sudah banyak perusahaan-perusahaan  mengeluarkan produk PLC ini seperti Siemens, Allen Bradley, Mitshubisi, Snider, dan lain-lain.


 
Gambar 1. PLC Siemens S7-400 Controller

Bahasa pemograman PLC dikenal dengan bahasa program Ladder (tangga). Diagram ladder berisi input-proses-output. Disebut Ladder, karena bentuk tampilan bahasa pemrogramannya memang seperti tampilan tangga. Disamping menggunakan pemrograman ladder, PLC juga dapat diprogram dengan pemrograman SFC dan pemrograman ST, untuk yang ST sudah jarang digunakan lagi.

Gambar 2. Program Ladder PLC Siemens


Gambar 3. CFC program PLC Siemens


Gambar 4. FCB program Allen Bradley

Aplikasi PLC di industri terkadang digandeng dengan system DCS yang bertujuan untuk safety system. Suatu proses yang membutuhkan respone cepat seperti Boiler management biasanya digunakan PLC. Kadang timbul perdebatan, mana yang baik apakah menggunakan PLC atau DCS? Pada dasarnya  PLC dan DCS memiliki tujuan yang sama yaitu untuk automasi di industri. Perbedaan PLC dan DCS dulu nya adalah pada responsive terhadap perubahan variable pengkuran. PLC memiliki responsive lebih cepat dari pada DCS. Tapi dengan perkembangan teknologi sekarang ini  DCS sudah menyamai PLC atau dengan kata lain DCS bisa menggantikan peran PLC begitu juga sebaliknya.



Sumber :
  • Wikipedia, Kontrol logika terprogram. http://id.wikipedia.org/wiki/Kontrol_logika_terprogram. n.d (Di akses : 03-01-2015)
  •  Kelas-mikrocontroller, Sejarah PLC. http://www.kelas-mikrokontrol.com/e-learning/plc/sejarah-plc.html. n.d (Di akses : 03-01-2015)

Related Posts:

  • Basic Characteristics of Measuring Devices Pada dasarnya basic karakteristik pengukuruan instrumentasi ada dua yaitu karakteristik statik dan karakteristik dinamik (lestari, 2009). Untuk kali ini akan dibahas hanya mengenai karakteristik statik dan karakteristik dina… Read More
  • Common Pressure Detectors Tujuan pngindraan/pendeteksian tekanan adalah untuk mengetahui nilai aktual dilapangan lebih cepat, safety interlock ke equipment lain, dan safety human. Standar operasi sinyal elektronik  yang sering di pakai untuk men… Read More
  • Introduction Zaman modern seperti saat sekarang ini hampir semua alat-alat diindustri dikendalikan secara otomatis (automation) baik industri perminyakan, pulp and paper, dll. Dengan adanya automation ini maka secara langsung dapat menin… Read More
  • Distributed Control System (DCS) Distributed Control System (DCS) adalah suatu pengembangan system control dengan  menggunakan komputer dan alat elektronik lainnya agar didapat pengontrol suatu loop system yang lebih terpadu dan dapat dikendalikan o… Read More
  • Flow Measurement Ada berbagai metode yang digunakan untuk mengukur laju aliran (flow rate) dan total fluida. Pengukuran flow rate dan total fluida terbagi dua yaitu pengkuran pada line pipa tertutup (in closed pipe lines) dan line pipa terbu… Read More

0 komentar:

Posting Komentar